Berita
19 Aug 2026 11:44:13
Admin
Upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Sekolah Luar Biasa (SLB) bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan. Bagi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK), kegiatan ini memiliki nilai pedagogis, psikologis, dan sosial yang sangat mendalam.
Pengenalan Simbol Negara: Membantu siswa mengenali dan menghormati bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta lambang Garuda Pancasila secara konkrit.
Rasa Memiliki (Sense of Belonging): Menanamkan kesadaran bahwa mereka adalah bagian utuh dari bangsa Indonesia yang juga memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam memperingati kemerdekaan.
Latihan Fokus dan Kesabaran: Berdiri dalam barisan dan mengikuti alur upacara menuntut konsentrasi serta kontrol diri, yang merupakan latihan penting bagi anak dengan hambatan perilaku, emosi, atau pemusatan perhatian (seperti ADHD/Autisme).
Pemahaman Aturan (Routines): Membiasakan siswa memahami instruksi terstruktur (seperti posisi siap, hormat, dan istirahat di tempat).
Peran Aktif Petugas Upacara: Ketika siswa dipercaya menjadi petugas upacara (seperti pengibar bendera, pembaca teks Pancasila/UUD 1945, atau pemandu lagu), rasa percaya diri dan kemandirian mereka akan meningkat pesat.
Pengakuan Kemampuan: Menunjukkan kepada masyarakat dan orang tua bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki potensi serta mampu menjalankan tugas formal dengan baik jika diberikan kesempatan dan bimbingan yang tepat.
Kebersamaan: Upacara melibatkan seluruh warga sekolah (siswa, guru, staf, dan orang tua), sehingga mempererat rasa kebersamaan dan interaksi sosial dalam lingkungan yang kondusif.
Pemahaman Bahasa/Reseptif: Melatih ketanggapaksamaan siswa terhadap perintah lisan (command) dari pemimpin upacara.
20 Maret 2025
Admin
12 Juni 2026
Admin
21 Agustus 2025
Admin
Managed By ABK Istimewa
@2022 - 2026